Penemu Misterius Bitcoin Masuk Daftar 50 Orang Terkaya di Dunia

bitcoin indonesia

bitcoin indonesia – Nilai bitcoin sempat mencapai level tertinggi sekitar US$ 20.000 atau sekitar Rp 271,59 juta (asumsi kurs Rp 13.579 per dolar Amerika Serikat). Namun, berdasarkan indeks CoinDesk, nilai bitcoin turun dan sentuh level US$ 19.771 atau sekitar Rp 268,46 juta.

Mengutip laman Quartz, seperti ditulis Selasa (19/12/2017) jika nilai bitcoin sentuh level tertinggi, kekayaan penemu misterius bitcoin Satoshi Nakamoto, mencapai US$ 19,4 miliar atau sekitar Rp 263,45 triliun. Hal itu mendorong Satoshi Nakamoto dapat berada di posisi 44 sebagai orang terkaya di dunia, berdasarkan daftar Forbes. Bila melihat daftar kekayaan orang terkaya versi Forbes, peringkat 42,43 dan 44 nilai kekayaan berkisar US$ 19,9 miliar-US$ 18,8 miliar.

Nilai kekayaan Satoshi Nakamoto itu berasal dari 980 ribu bitcoin yang dimilikinya sendiri. Kemungkinan koin bitcoin tersebut diperoleh dari penambangan mata uang kripto selama sembilan tahun di sebuah teknologi. Akan tetapi, dana itu tak tersentuh selama bertahun-tahun.

Berdasarkan posisi orang terkaya versi Forbes, Satoshi Nakamoto berada di antara Laurene Powell Jobs yang memiliki kekayaan US$ 20 miliar. Kekayaan Laurene Jobs berasal dari Apple dan Disney.

Kemudian disusul Paul Allen yang memiliki kekayaan US$ 19,9 miliar yang kekayaannya berasal dari Microsoft dan investasi, selanjutnya Stefan Persson, anak pendiri H&M Erling Persson ini memiliki kekayaan US$ 19,6 miliar. Kekayaan Persson berasal dari H&M.

Di belakang Nakamoto, ada miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal dan Theo Albrecht Jr.

Selain itu, meski bitcoin sentuh level terendah, kekayaan Nakamoto masih mencapai US$ 17,9 miliar. Nilai kekayaan Nakamoto bersama dengan pendiri Luxottica yang memiliki Ray-Ban yaitu Leonardo Del Vecchio. Mereka pun masih masuk posisi 50 orang terkaya di dunia.

Sebelumnya pada Oktober, Satoshi Nakamoto berasa di posisi 247 untuk daftar orang terkaya di dunia. Kekayaan Nakamoto diperkirakan US$ 5,9 miliar. Ketika itu, bitcoin sentuh level baru US$ 6.000 per koin.

Salah satu pasar mata uang digital bitcoin terbesar di dunia adalah Jepang. Tak heran, jika cryptocurrency ini pun memiliki kegunaan lain selain investasi, salah satunya adalah untuk membayar gaji pegawai. Salah satu perusahaan Jepang, GMO Internet Group, kini menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran gaji karyawannya.

Perusahaan yang memiliki 4.000 karyawan ini akan memberikan porsi gaji mulai dari 10 ribu yen hingga 100 ribu yen dalam bentuk bitcoin. Dilansir dari theguardian.com, Selasa (18/12/2017), langkah ini dilakukan pihak manajemen perusahaan demi meningkatkan perkembangan mata uang digital di Jepang. Kebijakan ini nantinya akan mulai diberlakukan pada 2018.

“Para karyawan bisa menerima gaji mereka dalam bentuk bitcoin jika mereka mau. Kami ingin meningkatkan literasi mata uang virtual kita dengan benar-benar menggunakannya,” tutur juru bicara GMO internet group Harumi Ishii.

Selain mendapat gaji dalam bentuk bitcoin, karyawan yang memilih dibayar dengan mata uan digital juga berhak mendapatkan insentif 10 persen dari jumlah gaji. Awalnya, GMO Internet Group mulai masuk ke pasar mata uang digital pada Mei 2017. Tak lama setelahnya, mereka mengumumkan akan melakukan penambangan bitcoin yang dilakukan mulai 2018.

Sejak diluncurkan hampir 9 tahun yang lalu, nilai bitcoin sudah meroket sangat tinggi. Pada minggu lalu, Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 16.000 atau sekitar Rp 217 juta (US$ 1=Rp 13.593). Bitcoin juga sukses mengubah nasib orang menjadi miliarder. Mereka adalah si kembar tampan Tyler dan Cameron Winklevoss atau yang dikenal dengan nama The Winklevii. Lelaki kembar identik itu kini berusia 36 tahun.

Kisah mereka menjadi miliarder bitcoin dimulai saat keduanya menggugat Mark Zuckerberg pada 2016 atas tudingan mencuri ide bisnis Facebook. Pada 2009, keduanya sepakat menghentikan gugatan hukum dan mendapatkan US$ 65 juta (sekitar Rp 878,3 miliar). Dari jumlah tersebut, keduanya menggunakan US$ 11 juta (sekitar Rp 148,6 miliar) untuk berinvestasi bitcoin pada 2013.

Dengan uang US$ 11 juta tersebut, keduanya membeli satu persen (sekitar 100.000 keping bitcoin) dari seluruh bitcoin yang ada. Seiring dengan nilai tukar bitcoin yang terus melonjak, keduanya kini jadi miliarder pertama bitcoin dengan kekayaan melebihi US$ 1 miliar atau setara Rp 13,5 triliun. bitcoin indonesia

Mengenal Bitcoin, Uang Digital yang Bikin Heboh

bitcoin indonesia

bitcoin indonesia – Sejak akhir tahun lalu Bitcoin yang merupakan uang elektronik menjadi berita hangat di Indonesia. Saat ini Bitcoin dinilai dapat menjadi alat investasi, dan mulai dikenal di Indonesia.

Menurut CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan, bitcoin seperti emas digital yang menawarkan dua pilihan yaitu sebagai alat investasi dan pembayaran. Namun, bitcoin ini belum tepat dikatakan sebagai alat pembayaran. Hal itu karena masyarakat belum dapat menerima bitcoin sebagai pembayaran dan tidak stabil.

Ia menjelaskan, kecenderungan nilai kurs bitcoin lebih menguat dibandingkan turun. Hal itu karena jumlah bitcoin ini terbatas. Jumlah peredaran di global, bitcoin hanya 12,2 juta. Bila melihat kurs di Bitcoin Indonesia, kurs beli bit coin mencapai 10.682.100 dan kurs jual 9.571.000.

Oscar mengatakan, bitcoin mulai dikenal di Indonesia sejak 2012. Bitcoin ini sangat digandrungi di China dan Amerika Serikat (AS). Menurut Oscar, bitcoin berkembang di China karena beberapa faktor. Pertama, banyak orang kaya baru di China sehingga mereka butuh produk untuk berinvestasi. Nah sementara itu investasi di China begitu terbatas. Oleh karena itu, masyarakat China melihat peluang investasi di bitcoin.

Sedangkan Amerika Serikat, Oscar menuturkan, masyarakat Amerika Serikat memang menyukai investasi di produk teknologi. Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto sebagai mata uang digital.

Nakamoto merilis software bitcoin dan meluncurkan jaringan serta unit mata uang pertamanya yang terkenal super canggih. Dengan penyebarannya secara global di internet, beberapa sistem pertukaran baru pun muncul pada 2010.

Masyarakat Amerika Serikat pun begitu melek teknologi sehingga penggunaan bitcoin tidak menjadi masalah. Selain itu, masyarakat Amerika Serikat pun biasanya memiliki anggaran untuk investasi.

Adapun orang-orang yang bertransaksi bitcoin ini, Oscar mengkategorikannya menjadi tiga antara lain investor individu yang merasa bitcoin dapat memberikan keuntungan, orang-orang teknologi informasi, dan orang nekat.

“Akan tetapi kalau orang yang bertransaksi lewat bitcoin Indonesia bukan orang nekat kok,” kata Oscar, yang juga sebagai pendiri Bitcoin Indonesia. bitcoin indonesia